This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Daftar Blog Saya

Jumat, 27 April 2018

Styling




    Untuk mengubah penampilan seseorang, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang ia suka dan pakaian atau style seperti apa yang ia gunakan setiap harinya. Mengubah gaya seseorang bukan hanya agar ia tampil menjadi modis, tapi apakah pakaian tersebut nyaman dipakai.

   Berikut merupakan hasil saya dalam men-styling dua orang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.



1. Model I

Siti Nuraffifah Destamarisa- Ica
Prodi Pendidikan Bahasa Jerman
2016

Style I


Before


   Model yang pertama lebih akrab dengan panggilan Ica. Berkenalan dengan Ica dimulai dari temannya-- teman-- teman saya (bingung ya? Jadi Ica itu punya teman yang namanya Hani, dan Hani itu temannya teman saya yang bernama Ragil) yang kebetulan bertemu di sekitar UNJ. Perkenalan pun dimulai seperti pada video berikut:




   Pada video tersebut, saya menanyakan apa ia bersedia menjadi model saya untuk distyling. Lalu saya menanyakan nama, prodi, dan nomor handphone untuk bertanya dan memberi kabar kapan ia bersedia untuk melakukan styling. Tidak ada paksaan disini, karena 100% model bersedia untuk membantu saya melakukan tugas tersebut 😁, berikut isi pesan saya dengan Ica yang dimulai pada hari Selasa, 17 April 2018.




Ada chat yang kehapus sebelum jawaban Ica, yang seingat saya menanyakan apa benar ini Ica temannya teman saya-- Hani, saya juga bertanya masih bersedia ngga Ica untuk membantu saya mengerjakan tugas styling. Dan balasannya pun seperti diatas. Sebenarnya Ica disini sebagai pengganti karena model yang pertama kali berkenalan tidak ada kabarnya, dan kebetulan pertemuan teman saya dengan temannya tersebut saat di UNJ mempertemukan saya dengan Ica.




Percakapan berlanjut, sampai ngga sadar kalau kita seperti sudah mengenal dekat. Sapaan aku-kamu menjadi gue-lo seperti gambar.




Saya memberi keringanan untuk Ica agar tidak terlalu repot untuk berganti semua pakaian, dan akhirnya Ica memilih untuk tetap memakai bajunya yang akan dipakai pada hari esok kita bertemu.





Disini saya seperti kode memang, kali aja Ica mau sekalian bantu bawa kerudungnya😂 tapi tetap pada pertemuan Ica menggunakan kerudung yang saya pinjam dari teman saya.





    Dan pertemuan pun dilaksanakan pada keesokannya hari Rabu, 18 April 2018, di Gedung Kartika UNJ.



   Pada pertemuan pertama, terlihat Ica termasuk pribadi yang friendly, cepat akrab dengan orang lain, dan mungkin suka bercerita. OH, she is funny too! Awal bertemu juga saya bisa tau kalau ia masih seangkatan saya, bukan senior atau junior. Pertemuan kami pun langsung dilanjutkan dengan merubah penampilan Ica seperti berikut.


 Untuk pakaian Ica mengganti celana yang sudah saya bawa. Selanjutnya pada tahap memasang kerudung saya mengikatnya kebelakang, dan pemasangan pada aksesoris yaitu kalung.



   Tada! Penampilan Ica pun berubah. Dari yang daya tarik hanya pada wajah Ica dengan make up-nya, aksesoris yang saya pakaikan pun menambah daya tarik tersebut. Dari pemakaian kerudung bermotif, dengan warna yang cocok dengan kepribadian Ica yang terdapat sisi feminine, lalu pemakaian kulot dan wedges yang memberi kesan Ica lebih tinggi. Untuk pertama kalinya menstyling terniat--biasanya cuma iseng mix&match pakaian keluarga sendiri-- saya merasa senang, because she loved that look! 

Style II


Before

   Styling kedua dilakukan pada hari Jumat, 27 April 2018 di Gedung Kartika UNJ sekitar jam 12.00. Disini Ica kelihatan pucat banget ya? Iya, Ica lagi sakit. Kami janjian hari Kamis sebelumnya sebenarnya, tapi kondisi Ica yang lagi sakit ngga memungkinkan kami bertemu di hari Kamis. Pada akhirnya sepakat Jumat, masih bertemu Ica dengan kondisi agak pucat tapi tetap mau bantu. Terimakasih banyak Ica!

   Dan berikut foto-foto hasil dari styling.



   Kebetulan Ica udah pakai kemeja yang warnanya cocok sama pakaian yang saya bawa, jadi ngga perlu inner dari saya langsung pakai punya Ica. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan hijab dan aksesoris kalung, tampilan Ica pun seperti pada foto dibawah.





   Saya membawa dua hijab awalnya, satu pasangan ciput dengan pashmina dan satu lagi yang dipakai Ica--kerudung bermotif. Saat saya ingin memakaikannya satu per satu, Ica bilang dia lebih nyaman dengan kerudung segiempat bermotif yang ia pakai. Remember? Mengubah gaya seseorang bukan hanya agar ia tampil menjadi modis, tapi apakah pakaian tersebut nyaman dipakai oleh si pemakai. 

   Dengan pemakaian rok dan sneakers memberikan dua look untuk Ica. This called feminine sporty look! 




2. Model II

Safira
Prodi Pendidikan Matematika
2015

Style I dan II

Before

   Dan untuk model kedua-- Ka Safira panggilannya karena ia senior. Saya bertemu dengannya didepan gedung MIPA yang kebetulan sedang berjalan bersama teman-temannya. Perkenalan kami pun seperti pada video berikut.


   Sama dengan pertanyaan dengan Ica sebelumnya, saya menanyakan apa ia bersedia menjadi model saya untuk distyling. Lalu saya menanyakan nama, prodi, dan nomor handphone untuk bertanya dan memberi kabar kapan ia bersedia untuk melakukan styling. Tidak ada paksaan disini, karena 100% model bersedia untuk membantu saya melakukan tugas tersebut 😁, berikut isi pesan saya dengan Ka Safira yang dimulai pada hari Selasa, 17 April 2018.



Karena teman Ka Safria juga bantu teman saya dalam tugas styling, jadi kami membuat grup yang berisi enam orang. Percakapan hanya berisi bahwa kami sepakat untuk melakukan styling hari Kamis, 26 April 2018 di Gedung Kartika UNJ sekitar pukul 11.00.








   Untuk chatting, Ka Safira tipe yang membalas seadanya dan terlihat serius. Sedangkan jika bertemu ia lebih suka tertawa dengan teman-temannya. Mungkin penulisan pesan seperti itu untuk orang yang belum dekat dengannya, juga karena ada perbedaan angkatan diantara kita. Bisa saja dengan teman-temannya ia lebih suka membalas pesan dengan 'hahaha' atau 'wkwkwk'.

   Untuk pertemuan pertama-- untuk saya--kelihatan memang kalau Ka Safira dan teman-temannya adalah senior atau kaka tingkat. Dilihat dari gaya bicaranya. 

   Styling pun langsung kami lanjutkan. Untuk tidak menganggu waktu, saya melakukan dua kali styling pada hari yang sama.




   Tampilan berubah menjadi.



   Before, pakaian yang dipakai model berwarna lebih gelap, pada perubahan pun saya memberi pakaian dengan warna yang terlihat cerah seperti gambar--maafkan cahaya yang gelap karena kita melakukan styling di kamar mandi, diluar tidak ada kelas yang kosong--. Tetap seperti keinginan Ka Safira yang menginginkan pakaian longgar dan sopan. 

   Beda nama model, beda juga style. Saya menanyakan hal yang sama apa model nyaman dengan pakaian tersebut. Awalnya, ia berpikir kalau pakaian yang dicocokkan tidak cocok dan merasa tidak percaya diri akan pakaian yang ia pakai. Namun, setelah penyelesaian semua hingga pada foto I tho she's more confident with that look.







   Sebenarnya, dalam menganalisa kepribadian seseorang dalam pertemuan pertama bisa kita prediksi dari penampilan, bagaimana orang tersebut. Namun, terkadang jika hanya melihat hanya dari luar saja kita dapat salah menilai seseorang. Istilah 'don't judge a book by its cover' benar adanya. Maka dari itu kita harus lebih mengenalnya, dengan mengajaknya berbicara misalnya. 

   Samanya dengan fashion stylist, kita harus dapat berkomunikasi dengan model. Dalam menstyling seseorang pun kita harus memperhatikannya. Jangan hanya kita melihat 'wah ini pasti bakalan terlihat keren-modis kalau dipakai dia' rupanya hanya modis saja tapi tidak membuat seseorang nyaman akan membuatnya merasa tidak percaya diri dan malah menjadi risih. Dan, be patient! Kalau kamu merasa ia tidak mau pakai ini-pakai itu, ia tidak suka dengan penampilan yang menurut kamu dan orang lain sudah pasti cocok nih--buatlah agar dia merasa lebih percaya diri dan nyaman dengan penampilan tersebut.

    

Rabu, 25 April 2018

Analisis Kepribadian Seseorang

   




     Pada pembahasan blog kali ini, saya akan menganalisis seseorang dilihat dari stylenya. Beberapa dari mereka yang sudah saya pilih, yaitu:


1. Kate Middleton

Gender: Female
Status  : Married
Golongan/Kelas:
Atas (Istri Pangeran William)



Kesimpulan analisis

     Ada yang tidak mengenal Kate Middleton? Ketik pada google dengan keyword 'Siapa Kate Middleton' dan pertanyaanmu akan terjawab. Kate Middleton merupakan istri Pangeran William, Adipati Cambridge. William sendiri berada di urutan kedua dalam garis suksesi takhta Kerajaan Britania Raya. 

   Pakaian yang dipakai Kate Middleton selalu terlihat sederhana namun elegan,  disamping ia adalah seorang istri dari Pangeran William (Duke of Cambridge). Dalam kesehariannya, Kate Middleton lebih sering menggunakan dress  atau skirt yang terlihat anggun dan feminine. Dari pemakaian aksesoris, ia lebih sering menggunakan anting dan cincin pertunangan dengan Pangeran William. Tidak ada pemakaian aksesoris yang berlebih dan pakaian yang heboh. Dengan melihat penampilan Kate Middleton yang sederhana dan berkelas atau elegan ini tetap menunjukkan bahwa ia seorang yang berada dikalangan atas. Jika dilihat dari penampilannya, Kate Middleton termasuk orang yang santai, tidak pernah berlebih dalam pakaian. Dan selalu tersenyum, menandakan dia orang yang ramah


2. Nelson Mandela


Gender: Male
Status: Pass away
Golongan/Kelas: Atas (Mantan Presiden Afrika Selatan)




Kesimpulan analisis

     Mantan Presiden Afrika Selatan ini memiliki ciri khasnya sendiri dalam berpakaian, yaitu berupa kemeja batik yang di negerinya disebut dengan Madiba Shirt. Dengan rambutnya yang memutih, dan tongkat yang membantunya berjalan, mengartikan bahwa mantan Presiden Afrika sudah memasuki masa tuanya.

    Menurut BBC Indonesia, perkenalan Mandela dengan batik bermula saat ia berkunjung ke Indonesia pada tahun 1990 dan mendapatkan cinderamata berupa batik, saat itulah dia mulai menyukainya. Dilihat dari pakaian dan dalam kesehariannya saat masih hidup, Nelson Mandela dapat memimpin dengan baik wilayah yang dipimpinnya. Walaupun identitasnya sebagai pemimpin, pakaian yang dipakai Nelson Mandela tidak pernah jauh dari pakaian batiknya yang sederhana ditambah hanya dengan celana bahan hitamnya.



3. Laudya Cynthia Bella


Gender: Female
Status  : Married
Golongan/Kelas: Atas (Seleb)


Kesimpulan analisis

    Masuk kedalam negeri, siapa yang tidak mengenal seleb asal Bandung ini? Hijab yang dipakai Laudya menandakan identitasnya sebagai seorang muslim. Style pakaiannya yang elegan memperlihatkan bahwa ia kalangan atas namun masih terlihat sederhana dengan pakaian yang tidak glamour atau berkesan berlebihan. Tambahan aksesoris yang simple hanya dengan slingbag tidak memberi kesan ia seorang yang berlebih. Cara memadupadankan tampilannya terlihat ia orang yang rapi dan tidak berantakan. Lebih sering menggunakan hijab dengan melilitkannya pada leher, terlihat ia seorang yang simple. Jika dibicarakan harga pada style fashion yang ia pakai, pastinya memiliki brand karena ia berada dikalangan atas, namun dengan caranya tampil tidak berlebih memperlihatkan kesederhanaannya.


4. Pramugari Garuda




Kesimpulan analisis

    Pakaian ini menjadi identitas sekaligus daya tarik dari suatu perusahaan, yaitu setelan kebaya dan batik berwarna terang yang dipakai oleh para pramugari Garuda. 
  Batik adalah kain yang menunjukkan identitas sekaligus kebanggan akan budaya Indonesia. Josephine Werratie Kumara mendesain sendiri batik untuk Garuda Indonesia, yang menurutnya harus memenuhi aspek elegan, nyaman, eksotis dan cantik. Kesan itupun tampak pada setiap ramugari yang memakai pakaian tersebut. Seragam yang sopan ditambah setiap senyuman yang diberi oleh pramugari ini memberikan simbol bahwa Indonesia merupakan orang-orang yang ramah. Dan dari warna pakaian yang dipakai memiliki maknanya masing-masing, seperti warna biru yang melambanggakan karakter mantap, langgeng dan terpercaya. Warna tosca dipilih karena bernuansa tropis segar, sekaligus identik sebagai warna Garuda Indonesia.  Warna orange yang menunjukkan sifat hangat dan ramah, seperti karakter masyarakat Indonesia. Warna ungu memberikan kesan anggun dan elegan pada pramugari. Rambut yang disanggul pun memberi penilaian sendiri, bahwa pamugari harus tampil rapi tidak berantakan, juga dengan make up yang memberi penampilan pramugari semakin cantik.



5. Pendaki Gunung

Kesimpulan analisis

    Bukan presiden, mantan presiden ataupun istri presiden, kali ini saya akan membahas potret pada gambar. Taukah kegiatan apa yang sedang ia lakukan jika hanya melihat gambar? Ya, hiking. Hanya dengan melihat stylenya yang memakai pakaian tebal yang tertutup, tas besar di punggung dan sepatu gunung kita dapat melihat potret seorang yang melakukan aktivitas di gunung. Bagi mereka yang gemar menanjak gunung, tidak membutuhkan style yang mewah, tidak ada aksesoris yang berlebih, yang mereka butuhkan hanya pakaian menutupi tubuhnya yang membuat mereka aman dan nyaman. Pakaian sederhana bisa menyimbolkan dirinya yang apa adanya. Menanjak gunung bukan hal yang mudah, bisa dikategorikan ia orang yang suka berpetualang dan menyukai tantangan, pun berani mengambil resiko.






    Pada pembelajaran Komunikasi Fashion yang merupakan komunikasi non verbal, kita belajar untuk menganalisis seseorang dilihat dari penampilan atau style mereka. Apakah seseorang tersebut merupakan pribadi yang mewah, lebih suka berpakaian yang ramai dengan aksesoris yang banyak digunakan dan suka memamerkan barang mahal yang ia punya, atau mungkin ia pribadi sederhana, lebih menyukai berpenampilan apa adanya walaupun ia kalangan atas. 

Analisis Pakaian Tradisional Dalam dan Luar Negeri

      



   Dalam suatu pakaian tradisional, pastinya ada unsur atau sejarah tertentu yang terdapat pada pakaian tersebut. Postingan ini akan membahas pakaian budaya yang sudah turun menurun digunakan, dengan membahas bagian yang unik didalamnya, seperti pakaian tradisional pada dalam negeri yang saya ambil yaitu Pakaian Ibu Kanduang, Minangkabau dan pada luar negeri Pakaian Dirndl, Jerman.


1. Pakaian Ibu Kanduang, Minangkabau



   Pakaian Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah Nan Gadang. Pakaian ini merupakan lambang kebesaran bagi para wanita yang telah menikah. Pakaian tersebut merupakan simbol dari pentingnya peran seorang ibu dalam sebuah keluarga. Pakaian Bundo Kanduang terdiri atas:

  • Tengkuluk adalah sebuah penutup kepala yang bentuknya menyerupai kepala kerbau atau atap rumah gadang. Penutup kepala yang terbuat dari kain selendang ini dikenakan sehari-hari maupun saat dalam upacara adat. Pengertiannya adalah Limpapeh Rumah Nan Gadang di Minangkabau tidak boleh menjunjung beban atau beban yang berat.

  • Baju batabue atau baju bertabur adalah baju kurung yang dihiasi dengan taburan pernik benang emas. Pernik-pernik sulaman benang emas tersebut melambangkan tentang kekayaan alam daerah Sumatera Barat yang sangat berlimpah. Corak dari sulaman inipun sangat beragam. Baju batabue dapat kita temukan dalam 4 varian warna, yaitu warna hitam, merah tua, ungu atau biru tua. Pada bagian tepi lengan dan leher terdapat hiasan yang disebut minsie. Minsie adalah sulaman yang menyimbolkan bahwa seorang wanita Minang harus taat pada batas-batas adat dan tidak boleh melanggarnya.

  • Lambak atau sarung merupakan bawahan pelengkap pakaian adat Bundo Kanduang. Sarung ini ada yang berupa songket dan ada pula yang berikat. Sarung dikenakan menutupi bagian bawah tubuh wanita dengan cara diikat pada pinggang. Belahannya bisa disusun di depan, samping, maupun belakang tergantung adat Nagari mana yang memakainya. Artinya seorang Bundo Kanduang harus dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kain sarung ini berhiaskan benang emas atau perak dengan motif bunga, daun atau garis-garis geometris. Sedangkan tepinya dihiasi motif pucuk rebung. Kain sarung dipakai sebatas mata kaki melambangkan bahwa Bundo Kanduang harus mempunyai rasa malu, kesopanan, ketaatan beragama tetapi mudah melangkah.

  • Salempang adalah selendang biasa yang terbuat dari kain songket. Salempang di letakan di pundak wanita pemakainya. Cara memakainya di selempangkan dari bahu kanan ke bawah tangan kiri, melambangkan tanggung jawab yang dibebankan di pundak Bundo Kanduang, yang harus dilaksanakan dengan baik. Salempang  juga menyimbolkan bahwa seorang wanita harus memiliki welas asih pada anak dan cucu, serta harus waspada akan segala kondisi

  • Sebagai pelengkap pakaian adat Bundo Kanduang antara lain selop atau sandal, kampie yaitu sejenis kantung kacil terbuat dari kain beludru sebagai tempat sirih pinang. Sebagai perhiasan antara lain kalung dan gelang

   Tidak semua wanita atau semua ibu mempunyai predikat Bundo Kanduang karena harus memiliki beberapa kriteria dan persyaratan tertentu yang digariskan menurut agama dan adat Minangkabau. Sebaliknya kaum ibu yang disebut Bundo Kanduang sangat dihormati dan dimuliakan. Kedudukan dan peranannya dalam adat sangat besar. Karena status tersebut, Bundo Kanduang mempunyai batas-batas yang digariskan oleh adat dalam berbuat, bertindak dan bertingkah laku.


2. Pakaian Dirndl, Jerman




   Dirndl adalah pakaian tradisional wanita Jerman. Pakaian ini berasal dari daerah Dirndl bisa digunakan sebagai pakaian santai, perayaan-perayaan khusus, kegiatan ke gereja bahkan hingga festival rakyat seperti Oktober fest yang diadakan setiap tahun.

   Dirndl adalah merupakan gaun rakyat atau lebih tepat disebut sebagai gaun tani. Menurut cerita yang ada, gaun ini biasa dikenakan sebagai gaun oleh para gadis tani. Ada juga yang menyebutnya sebagai gaun pelayan. 

   Pakaian Dirndl merupakan pakaian budaya yang turun menurun digunakan wanita Jerman. Pada pemakaian apron pada gaun Dirndl sendiri, memiliki makna yaitu, ketika seorang gadis mengenakan gaun Dirndl dengan tambahan apron maka dia sudah bukan gadis lagi melainkan sudah berkeluarga. Sedangkan gadis yang mengenakan gaun Dirndl tanpa apron maka dia belum berkeluarga. 

  Saat mengenakan Dirndl kita pun harus hati-hati dalam mengikatkan talinya, karena ada aturan dalam mengikatkan tali Dirndl, apabila simpul tali terikat di sisi kiri wanita yang memakainya menunjukkan bahwa si pemakai masih lajang,  untuk wanita yang masih perawan biasanya tali diikatkan di bagian tengah depan, untuk simpul tali di sisi kanan menandakan bahwa ia sudah menikah, sedangkan simpul tali terikat dibelakang bagi wanita yang sudah janda. 

  Gaun Dirndl kini semakin memiliki model yang dipadu dengan gaya modern warga Jerman. Gaun ini pun masih begitu melekat bagi para gadis Jerman, sehingga sampai zaman sudah berubah pun gaun tradisional ini masih menjadi gaun penting yang harus para gadis Jerman miliki.




About Me




   Hola peeps! First, lemme introduce myself😉 Nama saya Salsabilla Dian Shafitri, teman-teman biasa memanggil saya Salsa. Saya lahir di Jakarta, 29 Januari 1999. Im the second child in a family of three children (one older sist and younger bro). Saya lulusan dari SMA Negeri 22 Jakarta, dan melanjutkan studi di Universitas Negeri Jakarta dengan mengambil program studi D3 Fashion Trade (Perdagangan Mode) yang dulunya si lebih suka disebut Fashion Design. Kenapa berubah nama? Bisa cek disini.

   Awal saya buat blog ternyata sudah pada tahun 2015, dan tahun 2015 saya ingat pernah buat cerita yang entah kemana pas saya cek lagi ngga ada disini-- ngga penting juga sih, karena pasti itu cerita tentang fangirling😂 dan sekarang buka blog tampilanya kayak ada yang beda.

   Saat masuk kuliah, sebenarnya kepikiran untuk ngepost beberapa cerita, pengalaman sampai cerita fiksi yang saya buat untuk diposting diblog, tapiiiiiiiii setelah berpikir lagi untuk mempostingnya butuh waktu yang lama. Belum editing teks, lalu mengganti tema blog agar orang tertarik baca, belum lagi tugas yang pastinya harus dikumpul tepat waktu hehe.  Dan akhirnya, saya mulai melanjutkan menulis disini karena tugas dari Ibu Vera Utami Gede Putri, S.Pd, M.Ds selaku dosen pada mata kuliah Komunikasi Fashion. Akan ada beberapa postingan yang membahas tentang materi apa saya yang dipelajari, dan ada juga tugas selama mata kuliah berlangsung. 

   Pemilihan nama blog yaitu iniminim, tidak memiliki arti tersendiri--sebenarnya mau inimini karena udah ada yang pakai jadinya, yaudah😁 

   

Analisa Gaya Baju Lebaran Artis 2018

    Hola peeps! Long long long time ngga nge post blog dan kebetulan dikasih tugas baru pada mata kuliah Komunikasi Fashion, dengan tug...