Untuk mengubah penampilan seseorang, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang ia suka dan pakaian atau style seperti apa yang ia gunakan setiap harinya. Mengubah gaya seseorang bukan hanya agar ia tampil menjadi modis, tapi apakah pakaian tersebut nyaman dipakai.
Berikut merupakan hasil saya dalam men-styling dua orang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.
1. Model I
Siti Nuraffifah Destamarisa- Ica
Prodi Pendidikan Bahasa Jerman
2016
2016
Style I
Before
Model yang pertama lebih akrab dengan panggilan Ica. Berkenalan dengan Ica dimulai dari temannya-- teman-- teman saya (bingung ya? Jadi Ica itu punya teman yang namanya Hani, dan Hani itu temannya teman saya yang bernama Ragil) yang kebetulan bertemu di sekitar UNJ. Perkenalan pun dimulai seperti pada video berikut:
Pada video tersebut, saya menanyakan apa ia bersedia menjadi model saya untuk distyling. Lalu saya menanyakan nama, prodi, dan nomor handphone untuk bertanya dan memberi kabar kapan ia bersedia untuk melakukan styling. Tidak ada paksaan disini, karena 100% model bersedia untuk membantu saya melakukan tugas tersebut 😁, berikut isi pesan saya dengan Ica yang dimulai pada hari Selasa, 17 April 2018.
Ada chat yang kehapus sebelum jawaban Ica, yang seingat saya menanyakan apa benar ini Ica temannya teman saya-- Hani, saya juga bertanya masih bersedia ngga Ica untuk membantu saya mengerjakan tugas styling. Dan balasannya pun seperti diatas. Sebenarnya Ica disini sebagai pengganti karena model yang pertama kali berkenalan tidak ada kabarnya, dan kebetulan pertemuan teman saya dengan temannya tersebut saat di UNJ mempertemukan saya dengan Ica.
Percakapan berlanjut, sampai ngga sadar kalau kita seperti sudah mengenal dekat. Sapaan aku-kamu menjadi gue-lo seperti gambar.
Saya memberi keringanan untuk Ica agar tidak terlalu repot untuk berganti semua pakaian, dan akhirnya Ica memilih untuk tetap memakai bajunya yang akan dipakai pada hari esok kita bertemu.
Disini saya seperti kode memang, kali aja Ica mau sekalian bantu bawa kerudungnya😂 tapi tetap pada pertemuan Ica menggunakan kerudung yang saya pinjam dari teman saya.
Dan pertemuan pun dilaksanakan pada keesokannya hari Rabu, 18 April 2018, di Gedung Kartika UNJ.
Pada pertemuan pertama, terlihat Ica termasuk pribadi yang friendly, cepat akrab dengan orang lain, dan mungkin suka bercerita. OH, she is funny too! Awal bertemu juga saya bisa tau kalau ia masih seangkatan saya, bukan senior atau junior. Pertemuan kami pun langsung dilanjutkan dengan merubah penampilan Ica seperti berikut.
Untuk pakaian Ica mengganti celana yang sudah saya bawa. Selanjutnya pada tahap memasang kerudung saya mengikatnya kebelakang, dan pemasangan pada aksesoris yaitu kalung.
Style II
Styling kedua dilakukan pada hari Jumat, 27 April 2018 di Gedung Kartika UNJ sekitar jam 12.00. Disini Ica kelihatan pucat banget ya? Iya, Ica lagi sakit. Kami janjian hari Kamis sebelumnya sebenarnya, tapi kondisi Ica yang lagi sakit ngga memungkinkan kami bertemu di hari Kamis. Pada akhirnya sepakat Jumat, masih bertemu Ica dengan kondisi agak pucat tapi tetap mau bantu. Terimakasih banyak Ica!
Dan berikut foto-foto hasil dari styling.
Kebetulan Ica udah pakai kemeja yang warnanya cocok sama pakaian yang saya bawa, jadi ngga perlu inner dari saya langsung pakai punya Ica. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan hijab dan aksesoris kalung, tampilan Ica pun seperti pada foto dibawah.
Saya membawa dua hijab awalnya, satu pasangan ciput dengan pashmina dan satu lagi yang dipakai Ica--kerudung bermotif. Saat saya ingin memakaikannya satu per satu, Ica bilang dia lebih nyaman dengan kerudung segiempat bermotif yang ia pakai. Remember? Mengubah gaya seseorang bukan hanya agar ia tampil menjadi modis, tapi apakah pakaian tersebut nyaman dipakai oleh si pemakai.
Dengan pemakaian rok dan sneakers memberikan dua look untuk Ica. This called feminine sporty look!
2. Model II
Safira
Prodi Pendidikan Matematika
2015
2015
Style I dan II
Before
Dan untuk model kedua-- Ka Safira panggilannya karena ia senior. Saya bertemu dengannya didepan gedung MIPA yang kebetulan sedang berjalan bersama teman-temannya. Perkenalan kami pun seperti pada video berikut.
Sama dengan pertanyaan dengan Ica sebelumnya, saya menanyakan apa ia bersedia menjadi model saya untuk distyling. Lalu saya menanyakan nama, prodi, dan nomor handphone untuk bertanya dan memberi kabar kapan ia bersedia untuk melakukan styling. Tidak ada paksaan disini, karena 100% model bersedia untuk membantu saya melakukan tugas tersebut 😁, berikut isi pesan saya dengan Ka Safira yang dimulai pada hari Selasa, 17 April 2018.
Karena teman Ka Safria juga bantu teman saya dalam tugas styling, jadi kami membuat grup yang berisi enam orang. Percakapan hanya berisi bahwa kami sepakat untuk melakukan styling hari Kamis, 26 April 2018 di Gedung Kartika UNJ sekitar pukul 11.00.
Untuk chatting, Ka Safira tipe yang membalas seadanya dan terlihat serius. Sedangkan jika bertemu ia lebih suka tertawa dengan teman-temannya. Mungkin penulisan pesan seperti itu untuk orang yang belum dekat dengannya, juga karena ada perbedaan angkatan diantara kita. Bisa saja dengan teman-temannya ia lebih suka membalas pesan dengan 'hahaha' atau 'wkwkwk'.
Untuk pertemuan pertama-- untuk saya--kelihatan memang kalau Ka Safira dan teman-temannya adalah senior atau kaka tingkat. Dilihat dari gaya bicaranya.
Styling pun langsung kami lanjutkan. Untuk tidak menganggu waktu, saya melakukan dua kali styling pada hari yang sama.
Tampilan berubah menjadi.
Before, pakaian yang dipakai model berwarna lebih gelap, pada perubahan pun saya memberi pakaian dengan warna yang terlihat cerah seperti gambar--maafkan cahaya yang gelap karena kita melakukan styling di kamar mandi, diluar tidak ada kelas yang kosong--. Tetap seperti keinginan Ka Safira yang menginginkan pakaian longgar dan sopan.
Beda nama model, beda juga style. Saya menanyakan hal yang sama apa model nyaman dengan pakaian tersebut. Awalnya, ia berpikir kalau pakaian yang dicocokkan tidak cocok dan merasa tidak percaya diri akan pakaian yang ia pakai. Namun, setelah penyelesaian semua hingga pada foto I tho she's more confident with that look.
Sebenarnya, dalam menganalisa kepribadian seseorang dalam pertemuan pertama bisa kita prediksi dari penampilan, bagaimana orang tersebut. Namun, terkadang jika hanya melihat hanya dari luar saja kita dapat salah menilai seseorang. Istilah 'don't judge a book by its cover' benar adanya. Maka dari itu kita harus lebih mengenalnya, dengan mengajaknya berbicara misalnya.
Samanya dengan fashion stylist, kita harus dapat berkomunikasi dengan model. Dalam menstyling seseorang pun kita harus memperhatikannya. Jangan hanya kita melihat 'wah ini pasti bakalan terlihat keren-modis kalau dipakai dia' rupanya hanya modis saja tapi tidak membuat seseorang nyaman akan membuatnya merasa tidak percaya diri dan malah menjadi risih. Dan, be patient! Kalau kamu merasa ia tidak mau pakai ini-pakai itu, ia tidak suka dengan penampilan yang menurut kamu dan orang lain sudah pasti cocok nih--buatlah agar dia merasa lebih percaya diri dan nyaman dengan penampilan tersebut.

































0 komentar:
Posting Komentar