Definisi Komunikasi Fashion
Dari apa yang telah saya rangkum dari pembelajaran Komunikasi Fashion pada pertemuan pertama dengan Ibu Vera, saya dapat menjelaskan beberapa hal diantaranya seperti pembahasan tentang
Komunikasi Fashion yang merupakan komunikasi non verbal. Kita dapat menilai orang yang baru kita kenal untuk pertama kali tentunya hanya dapat menilai dari luarnya saja. Seperti bagaimana style mereka--apakah mereka pribadi yang suka berpenampilan casual, feminime dsb--, cara berpakaian--apa mereka pribadi yang suka berpenampilan rapi dengan memperhatikan pakaiannya, misalnya baju yang lecak atau pemakaian jaket yang tidak digulung meskipun kepanjangan, warna pakaian yang mereka pakai--pribadi yang lebih suka warna cerah, lembut atau gelap, cara berjalan--apa ia lebih suka berjalan dengan menunduk atau menatap ke orang-orang, cara berbicara--termasuk yang suka berbicara frontal atau tidak banyak bersuara. Itu semua dapat memberi kita satu penilaian bagaimana kepribadian seseorang tersebut.
Dan dari penilaian tersebut, kita juga dapat melihat tentunya apa gender--ini sudah pasti, kecuali mereka yang sedang menyamar-, status--apa sudah memiliki keluarga, budaya--merupakan keturunan apakah ia Jawa, Sunda, Batak-, golongan atau kelas--masuk pada kalangan bawah, menengah atau atas.
Pada pertemuan pertama juga kami belajar menganalisa seseorang dari penampilannya, contohnya seperti:
Nagita Slavina
Gender: Female
Status: Married
Budaya: Jawa
Golongan/kelas: Atas
Dilihat dari penampilannya, Nagita lebih suka dengan pakaian feminine. Kemeja pattern, jeans hitam, ditambah simple clutch dan heels berwarna peachnya. Terlihat sederhana memang, tapi bagaimana dengan harganya--yang menandakan golongan kelas mana Nagita-?
(He he, harga sepatunya bisa dipakai untuk bayar UKT saya satu semester😂)









0 komentar:
Posting Komentar